Suatu hari seorang anak berusia 10 tahun tiba-tiba bertanya pada ibunya apa makna dari kata kata “bahagia”?
sang ibu menjawab sontak sedikit kaget dengan pertanyaan si anak yang tidak biasa, namun Ibu tetap membalas dengan senyum lantas kembali berseru. Mama akan jawab, tapi sebelum itu mama mau tanya sedikit ke kamu. Apa yang paling buat kamu bahagia? Si anak dengan tanpa ragu menjawab aku bahagia kalau bisa di dekat mama dan papa selalu, terus punya mainan banyak ma. Nah itu yang paling buat kamu bahagia ya nak? Iya ma.. jawab sang anak tanpa ragu. Begitulah makna dari kata bahagia. Maksudnya ma? Sang anak kemudian bertanya lagi tak mengerti. Iya.. jadi makna bahagia itu akan berbeda diartikan oleh setiap orang. Kamu misalnya, akan sangat bahagia kalau selalu berada di dekat mama dan papa ditambah dengan banyak mainan baru. Coba kamu lihat orang itu? (Seraya menunjuk ke arah dua orang anak pemulung yang sedang makan dengan lahapnya). Iya ma, emang kenapa dengan mereka ma? Nah, kalau kamu melihat wajah mereka yang sedang melahap makanan, kira-kira mereka kelihatan sedih atau senang?
Mereka kelihatan sangat senang sekali ma. Iya, kamu benar nak. Mereka memang kelihatan sangat senang dan tampak bahagia sekali. Kemungkinan dari kemarin mereka sangat kelaparan dan tak bisa memakan sesuatu apapun karena tak memiliki sepeser uangpun untuk membeli sesuap nasi. Dan bisa jadi hari ini barulah mereka mendapat makanan. Melihat dari ekspresi wajah bahagia dari mereka, sangat memungkinkan makna bahagia oleh mereka adalah ketika bisa mendapatkan makanan setiap hari, tidak kelaparan dan mendapatkan tempat tinggal yang nyaman. Ada banyak orang kaya yang bisa makan 3 kali dalam sehari setiap hari, namun mereka tetap tak terlihat bahagia. Nak, bahagia itu sebuah cita-cita yang ingin dicapai, makna bahagia yang sejati selalu menyisipkan kata “syukur” di dalamnya. Kamu lihat disekelilingmu sekarang, ada berbagai macam orang yang hidup di sini. Ada orang kaya dan tak sedikit pula orang yang hidupnya miskin serba kekurangan. Tapi mengapa justru orang yang sederhana bahkan miskin banyak yang tetap terlihat bahagia. Kira-kira apa yang membuat mereka bisa seperti itu? Nak, itu karena mereka bisa pandai dalam menyisipkan rasa syukur atas apa yang ada sehingga bahagia senantiasa dekat dengan mereka. Sebaliknya ada orang kaya yang bisa membeli apa saja namun selalu saja merasa kurang dan kurang dalam hidupnya sehingga karena rasa kufurnya kesehariannya tidak terlihat rasa bahagia kecuali hanya segunung kesombongan. Tapi tak jarang pula orang yang mampu bahkan sangat mampu terlihat sangat bahagia. Alasannya masih tetap sama. Karena mereka senantiasa bersyukur dengan keadaan baik yang mereka miliki. Nak, bahagia itu mudah di dapat asal kita pandai mensyukuri apapun yang telah diberikan Tuhan. Bahagia tak perlu dibeli karena tak ada orang yang mampu menjualnya. Bahagia itu seperti seonggok hati bersih yang disisipkan madu keikhlasan dan kesyukuran di dalam hidup. Berbahagialah orang yang senantiasa bersyukur dalam hidupnya. Semoga kau kelak juga salah satu dari orang yang senantiasa bersyukur dalam hidup agar hidupmu bahagia. Jelas sang ibu sambil mengusap kepala anaknya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s